Jumat, 07 Juni 2013

Pengertian Sanad Dan Matan Hadits


  1.  
    1. Pengertian Sanad Hadist
Sanad dari segi bahasa berarti مَاارتفع من الارض ,yaitu bagian bumi yang menonjol, sesuatu yang berada di hadapan Anda dan yang jauh dari kaki bukit ketika anda memandangnya. Bentuk jamaknya adalahأ سنا د. Segala sesuatu yang Anda sandarkan kepada yang lain disebutمسند. Dikatakan أ سند فى ا لخبل, maknanya `Sesorang mendaki gunung`. Dikatakan pula  ن سند فلا , maknanya `Seseorang menjadi tumpuan`.[1]
Adapun tentang pengertian sanad menurut terminology, para ahli hadis memberikan definisi yang beragam, di antaranya:
ا لطر ىقة ا لمو صلة إ لى لمتنَ
Jalan yang menyampaikan kepada matan hadis
yakni rangkaian para perawi yang memindahkan matan dari sumber primernya. Jalur ini adakalanya disebut sanad, adakalanya karenanya periwayat bersandar kepadanya dan menisbatkan matan kepada sumbernya.
Sebuah hadis dapat memiliki beberapa sanad dengan jumlah penutur atau perawi bervariasi dalam lapisan sanad-nya, lapisan dalam sanad disebut dengan thabaqoh.signifikansi jumlah sanad dan penutur dalam tiap thobaqoh sanad akan menentukan derajat hadist tersebut.
Jadi, yang perlu dicermati dalam memahami hadis terkait dengan sanad-nya adalah keutuhan sanad-nya, jumlahnya, dan perawi akhirnya. Adapun sebutan sanad hanya berlaku pada serangkaian orang, bukan dilihat dari sudut pribadi seseorang. Sebutan untuk pribadi yang menyampaikan hadist dilihat dari sudut orang per-orangan disebut rawi.[2]
  1. Tinggi-Rendahnya Rangkaian Sanad (Silsilah adz-Dzahab)
Sebagaimana kita ketahui, bahwa suatu hadis sampai kepada kita,tertulis kepada kitab hadis melalui sanad-sanad. Rangkaian sanad yang berderajat tinggi menjadikan suatu hadis lebih tinggi derajatnya daripada hadis yang rangkaian sanadnya sedang atau lemah. Para muhadditsin[3] membagi tingkatan sanadnya sebagai berikut:
a)      Ashahhu as-Asanid (sanad-sanad yang lebih shahih)
Penilaian ashahhu al-sanid ini hendaklah secara muqoyyad (di khususkan).
Contoh asahhu al-asanid yang muqoyyad tersebut adalah :
  • Sahabat tertentu, yaitu :
  1. Umar ibnu al-Khattab r.a.,yaitu yang diriwayatkan oleh Ibnu Syihab az-Zuhri dari Salim bin `Abdullah bin Umar, dari ayahnya (Abdullah bin Umar), dari kakeknya (Umar bin Khattab).
  • Penduduk kota tertentu, yaitu:
  1. Kota Mekkah, yaitu diriwayatkan oleh Ibnu Uyainah dari Amru bin Dinar dari Jabir bin Abdullah.
b)      Ahsanu al-Asanid
Derajatnya lebih rendah dar Ashahhu as-Asanid,yaitu:
  • Bahaz bin Hakim dari ayahnya (Hakim bin Muawiyah) dari kakeknya (Muawiyah bin Haidah).
c)      Adh`afu al-Asanid
Rangkaian sanad yang paling rendah derajatnya, antara lain:
  • Abu Bakar ash-Shiddiq, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Shodaqoh bin Musa dari Aby Ya`qub Farqab bin Ya`qub dari Murrah ath-Thayyib dari Abu Bakar r.a.
  • Kota Yaman ialah yang diriwayatkan oleh Hafs bin `Umar dari al-Hakam bin Aban dari Ikrimah dari Ibnu Abbas.
  1. Jenis-jenis Sanad Hadis
  2. Sanad Aly
Sanad Aliy adalah sanad yang jumlah perawinya lebih sedikit jika dibandingkan dengan sanad lain.sanad Aly  jumlahnya dibagi dua :
      Sanad Ali bersifat Mutlak
      Sanad Aly bersifat Nisbi
  1. Sanad Nazil
Sanad Nazil adalah sebuah sanad jumlah rawinya lebih banyak jika dibandingkan dengan sanad yang lain. Hadist dengan sanad yang lebih banyak akan tertolak dengan sanad yang sama jika rawinya lebih sedikit[4].
  1. B.     Matan Hadist
Secara etimologis, matan berarti segala sesuatu yang keras bagian atasnya, pungung jalan (muka jalan), tanah keras yang tinggi. Adapun yang dimaksud matan dalam ilmu hadist adalah perkataan yang disebut pada akhir sanad.
Yang dimaksud dengan Matnu`l Hadist ialah pembicaraan (kalam) atau materi berita yang di over oleh sanad yang terakhir. Baik pembicaraan itu sabda Rasulullah S.A.W. shahabat ataupun tabi`in. Baik isi pembicaraan itu tentang perbuatan Nabi, maupun perbuatan shahabat yang tidak disanggah oleh Nabi. Misalnya perkataan sahabat Anas bin Malik r.a.:
كنا نصلى مع ر سو ل ا اللة صلعم فى شد ة الحر فاءذا لم يستطىع ا حد نا ان يىمكن جبهته من                                                                   زالارض بسط ثو به فسجد عليه.
“Kami bersembahyang bersama-sama Rosulullah S.A.W. pada waktu udara sangat panas. Apabila salah seorang dari kami tak sanggup menekankan dahinya diatas tanah, maka ia bentangkan pakaiannya, lantas sujud diatasnya.”
Perkataan Sahabat yang menjelaskan perbuatan salahseorang sahabat yang tidak disanggah Nabi ( (كنا- فسجد علي disebut Matan hadis.[5]
Contoh matan hadis sebagai berikut:
عن ابى هر يرة رضى ا لله عنه قال قال ر سو ل ا لله صلعم : نعمتا ن مغبو ن فيهما كثير
 من النا س:ا اصحة و الفراع.(ا لبخا رى)
Yang bergarisbawah dalam hadist diatas adalah Matan. Jadi      matan bisa disebut dengan lafdul hadist atau isi dari suatu hadist.
  1. C.    Skema Sanad
Sanad atau thariq, ialah jalan yang menghubungkan matan hadis kepada junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. skema sanad dapat di gambarkan melalui hadis berikut:
حد ثنا محمد بن ا لثنى قال : حد ثنا عبد الو ها ب الثقف قال : حد ثنا أيوب عن أبى قلا بة عن أنس عن نبى صلعم: (ثلا ث من كن فيه وجد حلا وة الاءيمان :ان يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما : وان يحب المرأ لايحبه إلا لله ؛ وأيكره أن يعود فى الكفر كما يكره أن يقذف فى النار).     (رواه البخرى)
Telah memberitakan kepadaku Muhammad bin nal-Mutsanna,ujarnya:”Abdul Wahhab ats-Tsaqofy telah mengabarkan kepadaku Ayyub atas pemberitaan Aby Qilabah dari Anas dari Muhamad S.A.W. sabdanya:”Tiga perkara, yang barang siapa mengamalkannya niscaya memperoleh kelezatan iman.” Yakni: 1).Allah dan Rasulnya hendaknya lebih dicintai daripada selainnya. (2). Kecintaannya kepada seorang,tak lain karena Allah semata-mata dan (3). Keengganannya kembali kepada kekufuran,seperti keengganannya dicampakkan ke neraka.”(Riwayat bukhory)
Maka matan hadis adalah (ثلا ث من كن فيه وجد حلا وة الاءيمان :ان يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما : وان يحب المرأ لايحبه إلا لله ؛ وأيكره أن يعود فى الكفر كما يكره أن يقذف فى النار)
Dan urutan sanad pertama adalah Muhammad ibnu Mutsanna  sanad yang kedua Abdul Wahhab ats-Saqofy, yang ketiga Ayyub,yang keempat Aby Qilabah, dan sanad terakhir Anas.
Dalam hal lain juga dapat dikatakan bahwa sabda Nabi tersebut disampaikan oleh sahabat Anas r.a. sebagai rawy pertama, kepada Abu Qilabah sebagai rawy kedua, kepada Ayyub sebagai rawy ketiga, kepada Abdul Wahhab ats-Saqofy sebagai rawy keempat, kepada Muhammad bin Musanna sebagai rawy kelima dan yang terakhir al-Bukhary.
Contoh lain hadis yang diriwayatkan Ibnu `Adyy:
حد ثنا يعقوب بن سفيان بن عا صم, حد ثنا محمد بن عمران, حد ثنا عيسى بن زياد, حدثنا عبد الرحيم بن ز يد عن أبيه عن سعيد بن المسب عن عمر بن الخطاب, قال:قال رسولالله صلعم: لولا النساء لَعُبِدَ الله حَقًا
Urutan sanad dari pertama adalah : Ya`qub bin Sufyan bin `Asim
Muhammad bin `Imran          Isa bin Ziyad          `Abdurrahim bin Zayid        
Aby Sa`id bin Musayyab          Umar bin Khattab. 
Didalam bidang ilmu Hadis sanad merupakan alat untuk mengukur shahih atau dhaifnya suatu hadist. Jika salahseorang dalam sanad-sanad itu ada yang fasik atau yang tertuduh dusta maka, dhaiflah hadist itu, hingga tidak dapat dijadikan hujjah untuk menetapkan suatu hadist kecuali hanya untuk diamalkan.
  1. D.    Isnad, Musnid dan Sanad
Isnad menurut bahasa, menyandarkan. Menurut istilah ialah menerangkan sanad Hadis (jalan menerima hadis). Sedangkan orang yang menerangkan hadis dengan menyebut sanad-nya, dinamai musnid. Dan hadis yang disebut dengan diterangkan sanadnya yang sampai kepada Nabi S.A.W. dinamai musnad.
BAB III
PENUTUP
  1. A.    KESIMPULAN
Sanad menurut bahasa berarti sandaran, tempat kita bersandar. Menurut istilah Muhaddisin, sanad ialah jalan yang menyampaikan kita ke matan hadis.
Sedangkan matan menurut bahasa punggung jalan (muka jalan), tanah yang keras dan tinggi. Matan secara istilah adalah suatu redaksi dari hadis atau sesuatu yang ada setelah sanad terakhir.
DAFTAR PUSTAKA

Rahman,Fathur.Ikhtisara Musthalahul Hadis.PT al-Ma`arif.Bandung:cetakan pertama 1974.
Ash-Shiddiqy,Tengku Muhammad hasby.Sejarah&Pengantar Ilmu Hadis.Semarang.Pustaka Rizki Putra:2009.
Thahan,Muhammad.Mushthalahul Hadis.Jeddah Indonesia.al-Haramain:1980.
Solahudin,M.Agus&Agus Suryadi.Ulumul Hadist.Bandung.Pustaka Setia:2011.


  1. Solahudin,M.Agus&Agus Suryadi.Ulumul Hadist.Bandung.Pustaka Setia.2011.hlm.89.
  2. Ibid. hlm 92.
  3. Penamaan untuk para ahli hadis
  4. Ibid 98.
  5. Rahman.ikhtisar Musthalahul Hadist.al-Ma`arif.1974.hlm.23.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar